Tips Keuntungan dengan Bisnis Sayuran Organik

Bisnis Organik - Tips Keuntungan dengan Bisnis Sayuran Organik

Bisnis pertanian tidak lagi dipandang sebagai kegiatan desa atau desa. Buktinya, di banyak kota yang mulai menerapkan urban farming, alias farming di perkotaan.

Salah satu alasannya adalah makanan yang tidak sehat membanjiri pasar. Makanan sampah lebih mudah ditemukan daripada makanan sehat.

Akibatnya, orang yang sadar kesehatan mulai bergerak. Mereka menanam sayuran sendiri di rumah mereka, bahkan di kantor.

Dari fenomena ini, kita sebenarnya dapat membuka peluang bisnis baru: sayuran organik. Sayuran organik adalah sayuran yang ditanam secara alami tanpa pestisida. Pasar sayuran organik masih terbuka lebar.

Terlebih lagi, jika tidak, sayuran organik lebih sehat daripada makanan cepat saji. Target utama adalah ibu yang kebanyakan “cerewet” dalam hal makanan sehat, terutama untuk bayi.

Ibu mana yang bisa memberikan makanan MSG setiap hari kepada anaknya? Dimungkinkan bagi anak untuk tumbuh tanpa nutrisi yang memadai.

bisnis sayuran organik

Tak perlu taman besar, manfaatkan rumah atau loteng juga

Peluang Bisnis Sayuran Organik

Bisnis sayuran organik dapat dilakukan dengan cara yang mudah. Anda tidak perlu satu hektar lahan di desa. Lahan di belakang rumah juga bisa menjadi lahan sayur organik.

Selain dapat menggunakan lahan kecil, bisnis sayuran organik membutuhkan kebutuhan lain, yaitu:

1. Akses ke pupuk alami

Sayuran organik adalah anti-bahan kimia. Pupuk harus alami, seperti kompos (limbah tanaman, misalnya daun) dan pupuk kandang (kotoran hewan, misalnya kotoran ayam).

Jadi, kita harus memiliki akses ke pupuk alami ini. Anda dapat mencoba datang ke peternak sapi / ayam untuk diundang bekerja sama dengan pengumpulan pupuk.

Selain itu, sederhana, jangan melempar atau membakar jika Anda melihat dedaunan di jalan. Cukup campur, lalu jadikan pupuk. Gratis..tis..tis.

2. Jaringan

Seperti bisnis lainnya, bisnis sayuran organik juga membutuhkan jaringan. Dalam hal ini, kita dapat menembus partai termasuk:

Supermarket

Restoran (terutama restoran Jepang dan Korea)

Rumah warga

Hubungan bisnis dengan supermarket dan restoran jelas. Kami dapat mengirimkan proposal kepada pihak-pihak ini sambil memberikan contoh produk plus dokumen terkait lainnya.

Nah, jika kita berada di jaringan di rumah, kita membutuhkan energi ekstra. Metode ini dapat dicapai dengan menempatkan iklan atau pamflet yang menjelaskan bisnis sayuran organik kami.

Iklan-iklan ini dapat ditampilkan di Internet, misalnya melalui Facebook, Instagram, Twitter, dan lainnya. Bisa juga dengan pamflet fisik yang dibagikan ke setiap rumah.

Namun, yang lebih penting dari semua kebutuhan di atas adalah modal. Memang, menjalankan bisnis sayuran organik lebih mahal daripada sayuran biasa.

Masalahnya adalah bahwa bahan dan perawatan harus dipastikan tanpa gangguan bahan kimia. Anda tahu, bahan kimia biasanya membuat hal-hal lebih sederhana dan lebih murah, tetapi ada efek sampingnya.

Untuk permulaan, modal tidak perlu langsung ratusan juta rupiah. Jika Anda kekurangan modal, Anda dapat mengakses pinjaman bisnis orang dari pemerintah.

Manfaat Bisnis Sayuran Organik

Sayuran organik dapat dipanen dua kali sebulan hingga empat kali, bahkan lebih. Contoh sayuran yang biasanya ditanam secara organik termasuk bayam, wortel, dan selada.

Untuk modal mendesak dan juga tahap awal, cobalah menanam satu jenis sayuran terlebih dahulu, misalnya selada, yang dapat dipanen dua kali seminggu. Tidak perlu merekrut pekerja secara langsung untuk membuka lowongan di situs pencari kerja.

Harga selada organik di pasaran bisa menembus Rp. 40 ribu per kilogram. Seperempat hektar lahan bisa ditanami dengan 80 kilogram selada per minggu.

Jadi, dalam seminggu, omset Rp. 40 ribu x 80 dapat dikumpulkan = Rp. 3,2 juta.

Dalam sebulan, omset bisa mencapai Rp 3,2 juta x 4 = Rp 12,8 juta.

Tidak buruk, benar, manfaatnya. Selain keuntungan finansial, kita bisa mendapatkan manfaat lain, yaitu bisa hidup lebih sehat. Soalnya, sayuran organik ada di depan mata Anda. Tetap memilih, makan.

Bahkan jika kita tidak secara langsung berpartisipasi dalam masyarakat yang sehat, Anda tahu. Mereka mendapatkan lebih banyak pilihan makanan organik.

Mungkin jika Anda belum berani mencoba langsung sebagai petani sayur organik, kita bisa belajar menjadi petani

distributor sayuran organik. Jadi, kami menjadi kontak antara petani dan mereka yang membutuhkan.

Persiapannya tidak serumit menjadi petani. Yang penting, ada jaringan yang siap menampung produk pertanian yang sehat.

Apa pun peluang yang diambil, pasar sayur organik masih terbuka lebar. Siap keluar dari zona nyaman Anda?

Filed under: Financial, Health

No comment yet, add your voice below!


Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment *
Name *
Email *
Website