Sarapan Bergizi

MENU SARAPAN - Sarapan Bergizi

Frekuensi makan dengan baik adalah tiga kali sehari. Ini berarti sarapan (sarapan) tidak boleh diabaikan. Seringkali seseorang mengabaikan sarapan karena diburu untuk waktu yang terbatas.

Secara kuantitas dan kualitas, sulit untuk memenuhi kebutuhan gizi jika kita hanya makan sekali atau dua kali sehari. Keterbatasan volume lambung berarti kita tidak bisa makan dalam jumlah besar pada saat bersamaan. Itu sebabnya makan dilakukan pada frekuensi yang 3 kali sehari, termasuk sarapan. Sarapan harus memenuhi 15-30% dari kebutuhan energi harian Anda. Menurut PGI PERGIZI dalam buku “Mitos dan Fakta Sarapan”, kriteria untuk sarapan sehat dengan 6-J meliputi: 1) Jenis makanan, 2) Jumlah makanan, 3) Program, 4) Pemrosesan tendangan, 5) Persiapan tendangan, 6) Konsumsi tendangan

Sarapan sehat dan bergizi harus mengandung unsur lengkap dari kelompok makanan, yaitu, karbohidrat, protein, vitamin, mineral, dan serat. Meskipun kita dapat sarapan dengan berbagai makanan, tidak perlu khawatir tentang kekurangan zat gizi mikro (vitamin dan mineral). Kombinasi beberapa makanan akan memiliki efek komplementer, yang berarti bahwa kekurangan nutrisi dari bahan makanan tertentu akan ditutupi oleh bahan makanan lainnya. Hanya masalahnya adalah sering kali sayur dan buah tidak disajikan karena persiapannya lebih kompleks dan tidak ada nafsu makan. Tetapi fungsi sayur dan buah harus sebagai kontributor vitamin, mineral dan serat yang tidak boleh dilupakan.

Jadwal sarapan harus dipenuhi, yaitu, dalam waktu 2 jam setelah bangun dan paling lambat jam 9 pagi. Dengan demikian, tubuh menciptakan kebutuhan bahwa sarapan harus dilakukan secara teratur.

Sarapan untuk sebagian orang adalah kegiatan yang menyenangkan. Tidak ada nafsu makan, keterbatasan menu sehingga apa yang disajikan di meja tidak menarik, dan waktu yang terbatas membuat orang tidak merasa bersalah karena meninggalkan sarapan. Sekalipun mereka tahu manfaat sarapan, maka, tentu saja, sarapan ini menjadi sesuatu yang harus digunakan.

Perilaku sarapan di meja makan harus dianggap baik. Jangan terburu-buru makan. Kita harus menikmati sarapan yang disajikan cukup kunyah. Pencernaan mekanis yang terjadi di mulut akan sangat memudahkan tahap pencernaan selanjutnya, baik ketika makanan mencapai perut dan ketika mencapai usus kecil. Makanan sumber karbohidrat seperti nasi, proses pencernaan dimulai di mulut karena enzim pencernaan karbohidrat tersedia di mulut. Sementara sumber protein makanan, seperti daging, hanya melunak di mulut, lalu masuk ke perut untuk memulai tahap awal penghancuran dengan enzim yang tersedia dalam tubuh. Menikmati sarapan tanpa harus terburu-buru akan membantu proses pencernaan bekerja secara optimal.

Sarapan penting untuk semua anggota keluarga. Anak-anak di sekolah umumnya memiliki aktivitas fisik yang solid di sekolah. Orang tua yang bekerja di kantor adalah sama, banyak kegiatan yang menghabiskan pikiran dan energi. Karena itu, ibu dan ayah, sebagai orang tua, tidak hanya membutuhkan sarapan untuk si kecil, sedangkan ibu dan ayah lebih suka makan di kantor. Jika ibu dan ayah di rumah selalu memberi contoh dengan mendisiplinkan sarapan setiap hari, maka si kecil akan meniru dia. Ketika mereka dewasa, sarapan akan menjadi bagian dari makanan sehari-hari yang menyediakan nutrisi untuk mendukung kesehatan kita.

Filed under: Health

No comment yet, add your voice below!


Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment *
Name *
Email *
Website